Senin, 20 April 2015

Life's Brighter Under The Sun (#BrighterlifeID)

AS THE SUN SHINING ON THE WORLD
BE HEALTHY
BE WEALTHY
BE HAPPY


LOVE IS LIKE A SUN
HAS ITS INNER ENERGY SOURCE
THAT SHINES ON YOU


LIFE IS SO MUCH BRIGHTER
WHEN WE FOCUS ON WHAT TRULY MATTERS


THE SUN IS UP THE SKY IS BLUE
IT'S BEAUTIFUL AND SO ARE YOU


LIKE THE MOON I WILL FADE AWAY
BUT LIKE THE SUN I WILL RISE AGAIN!


THE SUN WON'T FALL
JUST BECAUSE YOU FAIL TODAY
BUT IT WILL RISE AGAIN
TO ACCOMPANY YOU REACH THE SUCCESS

Minggu, 05 April 2015

"Belilah Asuransi Ketika Tidak Butuh" !!

"Asuransi adalah Bisnis Penolakan"

Tugas Agent: Mencari/ menemukan Penolakan.
Tugas Agent:  Mecari yang tidak Mengerti/Menyadari.

Tugas Agent: Menemukan dan Menerima Penolakan dari calon Nasabah Sehingga mrk mau mempersiapkan dan membeli Asuransi ketika mrk belum membutuhkannya, dengan penuh Kesadaran."

Mario Teguh: "Asuransi adalah Uang Kecil membeli Uang Besar."
"Asuransi adalah Baik dan Diperlukan."


"Apabila anda tidak mengeluarkan uang kecil sekarang ini maka nantinya anda pasti harus mengeluarkan uang besar."

Selasa, 31 Maret 2015

Orang yang tak pernah melakukan kesalahan adalah orang yang tak pernah mencoba sesuatu yang baru.
(Albert Einstein)

Rabu, 25 Maret 2015

Biografi Merry Riana, Sukses Asuransi

Biografi Merry Riana - Motivator Wanita Tersukses. Buku yang berjudul "Mimpi Sejuta Dolar" itulah sebuah judul buku inspiratif dan motivatif yang ditulis oleh Merry Riana seorang Entrepreneur wanita yang sukses di usia muda ia juga Seorang Speaker, Trainer dan menjadi Motivator Wanita No.1 di Asia. Merry Riana yang menjadi salah satu Enterpreneur dan Motivator wanita tersukses ini berasal dari Indonesia, Ia dilahirkan di pada tanggal 29 Mei 1980 di Jakarta, Merry Riana lahir dan tumbuh di Jakarta dalam sebuah keluarga sederhana. Orangtua Merry adalah seorang pebisnis dan ibu rumah tangga. Ia merupakan anak sulung dari 3 bersaudara. Perjalanan hidup Merry di Singapura berawal ketika terjadi kerusuhan besar di Jakarta tahun 1998. Cita-cita untuk kuliah di Jurusan Teknik Elektro Universitas Trisakti buyar karena kejadian tersebut. Ia kemudian memilih kuliah di Singapura untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. ayah Merry memutuskan untuk mengirim anaknya belajar di luar negeri. Dan Singapura kala itu merupakan sebuah pilihan yang paling masuk akal karena jaraknya yang relatif dekat, lingkungan yang aman dan sistem pendidikannya yang bagus.

Merry mulai belajar di bangku kuliah di jurusan Electrical and Electronics Engineering (EEE) di Nanyang Technological University (NTU) pada tahun 1998. Merry mengaku jurusan ini menjadi jurusan paling masuk akal baginya saat itu. Merry bercita-cita menjadi seorang insinyur. Cita-citanya tersebut mungkin karena ingin membantu sang ayah dalam menjalankan bisnis. Tanpa persiapan yang memadai untuk kuliah di luar negeri, Merry sempat gagal dalam tes bahasa Inggris di Nanyang Technological University. Tanpa persiapan bekal dana yang memadai pula, Merry meminjam dana dari Pemerintah Singapura. Ia meminjam dana beasiswa dari Bank Pemerintah Singapura sebesar $40.000 dan harus dilunasi setelah ia lulus kuliah dan bekerja.

Dana tersebut sangatlah minim, karena setelah dihitung-hitung ia hanya mangantungi $10 selama seminggu.Untuk berhemat, Merry menyiasatinya dengan hanya makan mie instant di pagi hari,makan siang dengan 2 lembar roti tanpa selai, ikut seminar dan perkumpulan di malam hari demi makan gratis, bahkan untuk minumpun ia mengambil dari air keran/tap water di kampusnya. Hal itu berangsur hampir setiap hari di tahun pertamanya kuliah. Kehidupan yang sangat memprihatinkan tersebut mendorongnya untuk mencari penghasilan diluar. Dari mulai membagikan pamflet/brosur di jalan,menjadi penjaga toko bunga,dan menjadi pelayan Banquet di hotel.

Ketika menyadari hidupnya tak berubah meski sudah memasuki tahun kedua kuliah, Merry mulai membangun mimpi.
”Saya membuat resolusi ketika ulang tahun ke-20. Saya harus punya kebebasan finansial sebelum usia 30. Dengan kata lain, harus jadi orang sukses. The lowest point in my life membuat saya ingin mewujudkan mimpi tersebut,” ujar Merry.
Karena tak punya latar belakang pendidikan dan pengalaman bisnis, Merry mengumpulkan informasi dengan mengikuti berbagai seminar dan melibatkan diri dalam organisasi kemahasiswaan yang berhubungan dengan dunia bisnis.



Tanpa pengalaman dan pengetahuan bisnis yang memadai, Merry terjun ke dalam dunia bisnis. Itu ia lakukan karena ia mengetahui bahwa memiliki pekerjaan biasa tidak cukup untuk memenuhi impiannya untuk sukses di usia 30 tahun. Ia mencoba berbagai peluang bisnis. Diapun mencoba peruntungan dengan bisnis pembuatan skripsi,bisnis MLM,mencoba bermain saham,yg semuanya berakhir dengan kegagalan. Merry juga mencoba praktik dengan terjun ke multi level marketing meski akhirnya rugi 200 dollar. Merry bahkan pernah kehilangan 10.000 dollar ketika memutar uangnya di bisnis saham. Mentalnya sempat jatuh meski dalam kondisi tersebut masih bisa menyelesaikan kuliah Sayang, Merry kehilangan semua investasinya dan terpuruk. Meski begitu, Merry kembali bangkit dan berusaha keras untuk menjadi entrepreneur. Merry mulai berusaha dari awal dengan belajar secara sungguh-sungguh tentang seluk beluk pasar. Setelah merasa siap, ia pun memutuskan untuk menekuni industri perencanaan keuangan. Merry berpikir itulah hal yang akan membuatnya mampu mewujudkan impiannya dalam waktu yang relatif singkat.

Tamat kuliah, barulah Merry mempersiapkan diri dengan matang. Belajar dari pengalaman para pengusaha sukses, dia memulai dari sektor penjualan di bidang jasa keuangan. Saat Merry memulai karier sebagai seorang penasihat keuangan, ia harus bergulat dengan sejumlah tantangan dan hambatan. Orang tuanya, dosen serta teman-temannya kurang setuju dengan keputusan Merry tersebut. Merry saat itu belum memiliki kemampuan berbahasa Mandarin padahal lebih dari separuh penduduk Singapura ialah etnis China. Sebagai seorang pendatang asing di sana, pengalaman dan relasi Merry sangat terbatas. Namun, satu alasan yang membuat Merry pantang menyerah ialah usianya yang masih muda dan masih lajang sehingga ia merasa lebih bebas dan lebih berani mengambil risiko. Tanpa merasa terlalu terbebani dengan kemungkinan gagal atau keharusan untuk berhasil, Merry lebih memilih untuk memfokuskan diri pada pengalaman dan pelajaran yang ia bisa dapatkan selama fase-fase awal kariernya. Tapi Merry sudah membulatkan tekad. Ia bekerja 14 JAM DALAM SEHARI, berdiri di dekat stasiun MRT & halte bus untuk menawarkan asuransi, bahkan ia bekerja sampe tengah malam dan baru pulang jam 2 dini hari, belum lagi

pendapatan yang tidak pasti membuatnya terpaksa kembali berhemat untuk mengatur kebutuhan sehari-hari.

Sampai akhirnya ia sukses sebagai Financial Consultant yang menjual produk-produk keuangan dan perbankan seperti asuransi,kartu kredit.deposito,tabungan,dll. Dalam enam bulan pertama karirnya di Prudential, Merry berhasil melunasi utangnya sebesar 40 ribu dolar Singapura. Hingga tahun 2003, Merry dianugrahi Penghargaan Penasihat Baru Teratas yang diidam-idamkan banyak orang yang menekuni profesi penasihat keuangan. Di tahun 2004, prestasi Merry yang cemerlang membuatnya dipromosikan sebagai manajer. Merry lalu memulai bisnisnya sendiri setelah diangkat menjadi manajer. Ia mendirikan MRO (Merry Riana Organization). Bersama timnya di MRO, Merry memiliki program pemberdayaan perempuan dan anak-anak muda. Anggota timnya di lembaga ini bahkan tergolong muda, berusia 20-30 tahun. ”Saya ingin menampung orang muda yang punya ambisi dan semangat seperti saya,” katanya.



Keinginannya untuk berbagi ini tak hanya dilakukan di Singapura. Pada ulang tahunnya ke-30, Merry membuat resolusi baru, yaitu memberi dampak positif pada satu juta orang di Asia, terutama di tanah kelahirannya, Indonesia. Tahun 2005, Merry menerima penghargaan sebagai penghargaan Top Agency of the Year dan penghargaan Top Rookie Agency. Hingga kini Merry telah memotivasi dan melatih ribuan profesional dan eksekutif dalam bidang penjualan, motivasi dan pemasaran. Dalam perusahaannya, Merry menaungi 40 penasihat keuangan, yang uniknya memiliki usia yang masih belia (antara 21- 30 tahun).

Media-mediapun berbondong-bondong memberitakan kisah suksesnya dan dengan segera Merry Riana dikenal sebagai seorang entrepreneur wanita yang sukses dan menjadi Motivator untuk membagikan ilmu dan kiat-kiat suksesnya agar setiap orang menjadi pribadi-pribadi yang sukses.Kini,Merry Riana mempunyai mimpi untuk memberikan dampak positif bagi 1 juta orang di Asia,terutama di Indonesia. Salah satunya dengan meluncurkan buku "Mimpi Sejuta Dolar" yang sangat inspiratif dan akan diangkat ke layar lebar.

Merry menyatakan bahwa motivasinya tidak hanya berasal dari keinginan untuk memberikan kehidupan yang lebih baik pada kedua orangtuanya tetapi juga dari ambisinya untuk membantu generasi muda lainnya untuk melakukan hal serupa. Ia berharap para pemuda mampu memberikan kehidupan yang lebih baik, tak hanya bagi diri mereka sendiri tetapi juga orang tua mereka dan anggota keluarga mereka yang lain.



Buku " Mimpi Sejuta Dolar " sendiri sudah menjadi National Bestseller hanya dalam waktu 1 bulan setelah peluncurannya. Buku ini menarik perhatian publik Singapura dan Asia Tenggara karena menuliskan tentang prestasi Merry Riana menghasilkan S$ 1.000.000 pada usia 26 tahun yang Awalnya, Merry Riana adalah mahasiswi Nanyang Technological University yang berhutang sebanyak S$ 40.000. Profil kesuksesan Merry Riana mulai dikenal setelah muncul di artikel The Strait Times pada tanggal 26 Januari 2007 yang berjudul "She's made her first million at just age 26" ("Ia mencapai satu juta dolar pertamanya di usia 26 tahun"). Merry Riana aktif sebagai pembicara di berbagai seminar, perusahaan, sekolah dan media massa di Singapura dan beberapa negara di Asia Tenggara. Ia dikenal giat dalam memanfaatkan jejaring sosial Twitter melalui akun twitternya di @MerryRiana

Kata-kata Motivasi dari Merry Riana
Berpikir positif adalah pekerjaan yang mudah, yang Anda perlukan hanyalah ‘jangan berpikir negatif’.
Hidup ini seperti mengendarai sepeda. Kita akan melaju terus, selama kita masih mengayuh pedalnya.
Berubahlah sebelum perubahan itu yang akan memaksa Anda.
Hidup mungkin penuh dengan masalah. Tapi selama kamu memberikan yang terbaik & terus berdoa, segalanya akan indah pada waktunya.
Berikan senyuman termanismu walau saat terpedih di hatimu, setidaknya kamu masih bisa membahagiakan orang-orang di sekitarmu.
Lakukan kebaikan dan kebaikan-Nya pun akan semakin terasa.
Jangan hanya puas jadi penonton dan komentator. Jadilah sutradara dan pemain.
KESEMPATAN sudah menunggu lama di depan kita. Cepat bergerak, sebelum orang lain datang menjemputnya.
Kenikmatan & penderitaan hanya sementara. Jangan terhanyut oleh kenikmatan sementara jangan menyerah karena penderitaan sementara.
Jika kita menunggu sampai semua keadaan sudah sempurna baru kita mengambil tindakan, mungkin kesempatannya sudah hilang.
Jika kita bersalah pada orang lain akui kesalahan dan minta maaf. Jika orang lain bersalah pada kita: dengar dan maafkan.
Jangan meremehkan hal-hal kecil. Hal-hal besar hanya bisa tercapai dengan mencapai hal-hal kecil itu terlebih dahulu.
Referensi
- http://female.kompas.com/read/2011/07/19/19203831/Merry.Riana.Jadi.Miliarder.di.Usia.Muda#
- http://forumukm.com/showthread.php?tid=453
- http://id.wikipedia.org/wiki/Merry_Riana
- http://ginacrispy.blogspot.com/2012/08/merry-riana-kata-kata-motivasi.html
- http://ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/nasional/wanita/6079-merry-riana-muda-dan-fenomenal.htm

Jumat, 13 Maret 2015

Merry Riana, Kisah Sukses Agen Asuransi

Merry Riana, Kisah Sukses Seorang Sales Asuransi

Selesai sudah saya membaca buku "Mimpi Sejuta Dolar Merry Riana" karya Alberhiene Endah. Membaca buku ini layaknya membaca sebuah novel kisah nyata. Enak, mengalir, dan menggugah.

Tokoh utamanya tentu saja Merry Riana dengan setting, Singapura. Buku ini berkisah tentang perjuangan menuju sukses seorang Merry Riana, yang kini menjadi motivator perempuan nomor satu di Asia Tenggara, dari Jakarta hingga Singapura.

Kisah sukses Merry Riana sebenarnya tidak lain adalah kisah sukses seorang sales asuransi atau kalau di Singapura disebut Konsultan Keuangan karena yang mereka jual bukan hanya asuransi tetapi produk-produk keuangan lainnya seperti deposito, kartu kredit dan sebagainya. Yah, dia menekuni usaha ini hingga menghantarnya menggapai 1 juta dolar pada umur yang relatif begitu muda, 26 tahun.

Pekerjaan sebagai sales asuransi kadang-kadang tidak dianggap sebagai pekerjaan elit, terutama di Indonesia. Bahkan, tidak jarang mereka dicibir karena suka mengusik dan mengganggu ketenangan orang.

Tetapi Merry Riana telah menunjukkan dan mebuktikan bahwa pekerjaan itu mulia dan bisa menjadi kaya raya. Pekerjaan itu jauh lebih menggiurkan daripada kerja kantoran yang hanya mengandalkan gaji bulanan yang tidak seberapa dan amat sangat jarang naik. Gaji sales asuransi sangat tergantung komisi. Keberhasilan sales asuransi tidak diraih dengan mudah.

Tidak banyak orang bisa mencapai itu. Dan, Merry Riana adalah satu di dalam sedikit orang sukses itu. Resolusi untuk bebas secara finansial sebelum umur 30 tahun, motivasi yang tinggi, semangat yang menggebu, kerja keras hingga larut malam tanpa kenal lelah, ketajaman pikiran dan hati, serta hubungan yang intim dengan Yang Di Atas menjadi kata-kata kunci kesuksesannya.

Kisah Sukses
Buku ini diawali dengan kisah keberangkatan Merry Riana dari Jakarta ke Singapura pada 1998. Setelah tamat SMA Ursula, dia tadinya hendak kuliah di Universitas Trisakti. Proses pendaftaran sudah dilakukan. Tiba-tiba pecah kerusuhan. Sebagai etnis Tionghoa yang menjadi sasaran amuk massa ketika itu, orang tua Ria, sapaan akrabnya, mengubah haluan demi masa depan putrinya.

Meski ekonomi terbatas, orang tuanya memutuskan untuk melanjutkan kuliah sulung dari tiga bersaudara itu ke luar negeri dan pilihannya Singapura. Ria kuliah di Nanyang Technological University (NTU). Untuk biaya kuliah di situ, Ria dan beberapa WNI yang kuliah di sana mendapat pinjaman dari Development Bank of Singapura yang kalau dirupiahkan sebesar 300 juta.

Uang ini dipakai untuk membayar kuliah hingga lulus, uang asrama, dan uang saku. Ria haris menyiasati uang yang begitu sedikit agar bisa bertahan dan tidak membebani orang tuanya di Jakarta.

Tahun pertama, Ria konsentrasi pada kuliah. Biaya hidupnya hanya dengan 10 dolar per minggu. Untuk itu dia harus makan mi instan yang dibawa dari Jakarta setiap pagi dan malam sedangkan siang dia hanya makan setangkup ruti tawar.

Pada tahun kedua kuliah, pada masa liburan, Ria tidak berlibur ke Jakarta tetapi mencoba mencari uang tambahan dengan menjual brosur dengan gaji 3-5 dolar Singapura per jam. Kemudian dia bekerja di toko bunga. Uang hasil jerih payahnya itu tidak dipakai untuk berfoyah-foyah tetapi ditabung. Uang tabungannya makin banyak ketika dia kerja magang di perusahan terkenal di negeri singa itu dengan gaji 750 dolar per bulan.

Pengalaman susah ini kemudian melahirkan resolusi dalam dirinya. Tepatnya, ketika dia merayakan ulang tahun ke-20, dia membangun resaolusi bahwa dia mau merdeka secara finansial sebelum umur 30 tahun.

Menjelang akhir kuliah di NTU, Merry Riana, sempat terjun ke bisnis Multi Level Marketing (MLM). 200 dolar hilang. Dia juga mencoba main saham. Tapi gagal. Menjelang akhir kuliah, dia bersama pacarnya yang kini menjadi suaminya Alva Tjenderasa, melirik bisnis mencetak skripsi mahasiswa NTU dan pembuatan kaus. Tetapi bisnis ini tidak jadi karena sudah dikuasai pemain besar.

Merry Riana pernah mau menjadi distributor tunggal Tiansi di Singapura. Merry Riana sudah mengkondisikan teman-teman kampusnya untuk menjadi down line-nya untuk bisnis MLM yang marak di Indonesia itu. Tetapi akhirnya, Tiansi gagal masuk Singapura.

Merry Riana dan Alva adalah penyuka buku-buku motivasi sekelas Robert Kiyosaki dan Anthony Robbins. Bahkan, keduanya mengeluarkan dana lebih dari 2.000 dolar untuk mengikuti seminar Robbins di Singapura. Bahkan, Merry Riana berhasil berfoto dengan idolanya itu. Usaha ini tidak mudah. Tetapi tekadnya yang kuat hingga mimpi berfoto bersama Anthony Robbins terwujud.

Setamat kuliah, Merry Riana dan Alva memilih untuk berwirausaha. Mereka tidak mengikuti arus seperti teman-temannya yang bekerja di perusahan dengan gaji 2.500-3.000 dolar per bulan. Keduanya memilih menjadi sales asuransi.

Mereka menghubungi nasabah dari kantor, tetapi sering kali gagal. Lalu mereka pergi ke mal-mal untuk memprospek calon nasabah. Eh malah diusir satpam. Keduanya lalu ke stasiun MRT. Satu dua orang berhasil mendengar penjelasan mereka. Tetapi tidak sampai deal. Mereka lalu mengatur strategi dan siasat untuk menawarkan produk keuangan. Target pun dipasang. Harus wawancara 20 orang per hari. Target itu harus dipenuhi, meski badan lelah. Tak jarang, Ria menangis karena terlalu capek. Saking ngototnya, kadang-kadang target itu baru terpenuhi dini hari.

Dari 20 orang yang diprospek itu, rata-rata lima orang bisa diprospek lebih lanjut. Dan dari lima orang itu, satu orang bisa deal. Sedikit demi sedikit usaha ini mulai menuai hasil. Tahun pertama, Merry Riana berhasil mencapai target, transaksi 100.000 dolar. Tahun kedua, target yang sama tercapai juga. Setelah itu Merry Riana dengan sendirinya menjadi manajer dan berhak merekrut anak buah.

Puncaknya ketika Merry Riana berhasil meraih 1 juta dolar pada umur 26 tahun, lebih cepat empat tahun dari resolusinya ketika merayakan ulang tahun ke-20. Kesuksesan itu menghantarnya terpilih sebagai Presiden Star Club. Inilah yang membawa dia diliput secara luas media massa di Asia Tenggara. Dia kemudian menjadi pembicara seminar di mana-mana dan menjadi motivator ulung.

Buku ini sangat menarik dan harus dibaca oleh siapa pun yang ingin sukses. Tips-tips sukses tidak diurai secara khusus tetapi berada dalam satu tarikan nafas cerita sukses Merry Riana. Ya, sukses Merry Rana, sukses seorag sales Asuransi.

Senin, 26 Oktober 2009

Bona Ni Adat-adat Sianjur

Friday, July 25, 2008

Bona Ni Adat-adat Sianjur - Edisi Indonesia (1)
Postingan ini dan beberapa postingan selanjutnya adalah edisi Bahasa Indonesia dari Bona Ni Adat-Adat Sianjur yang telah dipublikasi di blog ini dalam 8 tahapan. Dengan harapan, agar para orang muda Batak yang berada di perantauan, yang tidak familiar dengan bahasa ibu-nya, juga dapat memahami warisan leluhur yang begitu berharga. Selain itu juga untuk mensosialisasikan pada "dunia" bahwa orang Batak itu juga punya etika yang tinggi, tidak seperti tuduhan banyak orang selama ini, bahwa orang Batak itu kasar dan barbar.Terjemahan ini bisa jadi tidak pas betul makna kata per katanya dengan yang dimaksud dalam Bahasa Batak, karena adanya kesenjangan kosa kata antara dua bahasa. Tapi mudah-mudahan teman-teman bisa menagkap maknanya.1. Bona ni adat na parjolo: Nada ajaran utte marduri, tubu utte tubu do duri na. Jangan ajari jeruk berduri, tumbuh jeruk tumbuhlah durinya.Ungkapan ini selalu diucapkan seseorang apabila ia mengusulkan sesuatu kepada Raja, yang berarti Rajalah yang lebih mengetahui, dan menguasai aturan-aturan yang berlaku. Namun ungkapan ini mempunyai nilai universal juga yaitu: janganlah menggurui orang didalam bidangnya, Sering juga kejadian seorang yang biasa hidup di kota, pergi ke desa, dan menggurui petani bercocok tanam dan biasanya mereka disambut dengan sinis.2. Asa bona ni adat na paduahon ima: Mata guru roha sisean.Mata dijadikan guru, dan suara hati nurani menjadi ikutan.Orang berpikir dan bersikap berdasarkan apa yang dilihat atau dialaminya. Dan sebelum mengambil keputusan tentunya akan mendengarkan suara hatinya. Memanfaatkan pengalaman dan suara hati adalah guru yang terbaik.3. Asa bona ni adat na patoluhon ima: Muda sikkam tukkona, laing sikkam do tunasna.Kalau singkam (nama sejenis pohon) tunggulnya, maka singkam pulalah tunasnya. Maksudnya sifat-sifat orangtua akan turun kepada anak-anaknya (genetik).4. Asa bona ni adat na pa opatna ima: Pattun hangoluan teas hamatean, tappal marsipagodangan, ulang sayat marsipaenehan.Norma yang harus diteladani jika seseorang mendambakan hidup rukun, damai dengan sesama dilingkungannya. Santun membawa berkat, dan sombong akan membawa malapetaka. Usahakan selalu berbuat baik, dan menyenangkan hati orang lain, dan jangan sekali -kali membuat sakit hati orang lain. Ajaran ini lebih maju dari ungkapan yang mengatakan: berbuat baik pada-padai, berbuat jahat jangan sekali. Bertingkah laku sopan, penyabar dan suka menolong sesama akan membawa ketentraman hidup, sementara jika berperilaku sombong, angkuh dan congkak akan mengundang anti-pati dan permusuhan yang pada akhirnya merugikan diri sendiri.


Sunday, July 27, 2008

Bona Ni Adat-adat Sianjur - Edisi Indonesia (2)
5. Asa bona ni adat na palimahon ima: Marruhut pangkuling, marpopat panalaho, todas parjuguk, ulang jomak-jomak so marburi.Jika bertutur supaya memakai bahasa yang baik dan sopan (lambok marlidung), jangan sekali-kali memakai bahasa Jampolak (bahasa kasar).Berperilaku sesuai aturan dan tata krama, sopan dan santun. Harus mengetahui apa yang disebut talaga dan juluan, sementara jika status boru supaya duduk di talaga jika ada acara sidang adat. Sebelum makan tangan dicuci, mengajarkan betapa pentingnya kebersihan6. Asa bona ni adat na pa onomhon ima: Tappakna do rantosna, rim ni tahi do ogona. Gulang-ulang siala sappagul, rap tu ginjang rap tu toru.Bersatu teguh, bercerai runtuh. Dengan bersatu tentu kesusa­han akan dapat diatasi secara bersama-sama. Tolong menolong dalam suka dan duka, bergotong royong mewarnai terwujudnya kepentingan bersama.7. On ma bona ni adat na pa pituhon ima: Satuptup satahi saluppat saindege, sapangambe sapanaili, sabile samalu.Pernyataan betapa pentingnya kesatuan dan persatuan. Dalam kelompok hendaknya sehati, sepikir jujur terhadap sesama, menyatu dalam suka dan duka, jika terjadi kemalangan terhadap seseorang ditanggung bersama, hidup rukun sesama anggota kelompok.8. On ma bona ni adat na pawaluhon ima: Takki do walang, si partahi na ulubalang, monang mangalo musu, talu mangalo dongan.Takki serupa dengan walang (sejenis pohon). Mendahulukan musyawarah, menegakkan hukum dan adat yang berlaku secara benar. Mengalah terhadap sesama jika ada masalah, sehingga kesatuan tetap terpelihara, dan tidak ada yang memisahkan diri, ataupun diasingkan dari kelompoknya (sipamedu), namun harus memenangkan perkara menghadapi orang luar di dalam menegakkan yang benar.

Wednesday, July 30, 2008

Bona Ni Adat-adat Sianjur - Edisi Indonesia (3)
9. Bona ni adat na pa siahon ima: Tungkap-tungkap tu jolo, torjak-torjak tu pudi, jul-jul tu ginjang. Gonan gasa pado maripuk.Ajaran dan anjuran agar tetap menegakkan adat yang telah diwariskan turun temurun (tigor do uhum i, basa do adat i), sehingga diharapkan memperoleh berkat, sejahtera dan berke­makmuran dari generasi ke generasi berikutnya.10. Asa bona ni adat na pa sappuluhon ima: Tola do marbada tai ulang diboan margotos. Asa sagodang-godang ni parbadaan ulang magotap panggantung parapian.Selisih paham dan beda pendapat boleh-boleh saja, namun tidak boleh mendendam (margotos). Bagaimanapun hebatnya perselisihan jangan sampai putus panggantung parapian (jangan sampai ada yang kehilangan nyawa atau meninggalkan cacat tubuh).11. Asa bona ni adat na pa sappulu sadahon ima: Rukrek parau manjalak tu rapotna, dibaen pe martakkangi manjalahi hasintongan na dibagasan hapattunon.Mengingatkan seseorang jikapun terjadi perselisihan dan beda pendapat, tujuannya ialah untuk mendapatkan kebenaran, dan perselisihan serta beda pendapat jangan sampai merusak sendi-sendi persaudaraan, tapi mestinya membawa tegaknya kebenaran untuk kebaikan.12. Bona ni adat na pa sappulu duahon ima: Pahulu simanggurak pahae sitippulon, muda sala dipandasoran sala ma dipambibiran.Mengajarkan kepada semua orang untuk saling menghargai. Jika ingin menerima sesuatu, semestinya lebih dahulu memberikan sesuatu kepada orang, jika ingin diperlakukan baik oleh orang tentunya harus lebih dahulu menanamkan kebaikan kepada sesa¬ma. Setiap pekerjaan atau tindakan, mestinya dipikirkan baik-baik, karena jika pada awalnya salah, pasti hasil akhir akan mengecewakan.


Baginda Habiaran Siregar
Pemerhati Kebudayaan Angkola Sipirok

http://bagindahabiaran.blogspot.com/

Minggu, 02 Agustus 2009

Pagi ini saya sangat terinspirasi oleh thema yang diangkat oleh Pdt.Imanuel Kristo di Radio RPK tentang: Persahabatan Sejati (diatas segala kepentingan).
- Seribu Sahabat itu masih kurang, tetapi 1 saja musuh itu sudah lebih.
- Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. (Yohanes 15:13)
- dst.

Ya, sama spt kebanyakan pemberi komentar atas acara interaktif tsb, saya juga turut merasa gundah akan krisis keberadaan Sahabat Sejati dalam kehidupan jaman sekarang ini.
Saya termasuk yang sangat mempedulikan makna dari Persahabatan Sejati karena melihat begitu banyak relasi dan persahabatan yang terbentuk di masa sekarang ini adalah semata-mata berlatar belakang kepentingan, sehingga itu semua menjadi topeng dan kepalsuan belaka.
Benarkah demikian? Ataukah ini hanya dugaan dan perasaan GR saya saja, dan justru menunjukkan ketidak mampuan saya membentuk relasi Persahabatan Sejati yang semestinya?
Wah, ini benar-benar menjadi cambuk bagi saya untuk introspeksi.

Baiklah, saya mau membuka diri, hati & pikiran saya, kehidupan saya, demi terwujudnya relasi Persahabatan Sejati bagi semua orang, siapa saja, bahkan mereka yg menganggap musuh saya, aku mau mengasihi, bahkan menyerahkan "nyawa", sebab Sang Sahabatku Yg Maha Sejati itu pun telah menyerahkan nyawaNya bagiku dan semua sahabatNya.

KASIH adalah landasan sejatinya Persahabatan Sejati. Puji Tuhan.